Bisnis Berkebun Tanaman Hias Langkah Berbisnis Mulai Dari Hobi

Bisnis berkebun tanaman hias mulai banyak dishare berbagai media sosial tentang keberhasilan seseorang merawat tanaman atau kebunnya lalu menjual bibit anakannya. Saking seringnya seliweran di media sosial, bisa dicoba mulai hobi berkebun yang mudah di rumah. Walaupun terlihat mudah, yang namanya hobi tetap perlu ketekunan, kalau tidak yang ada kita menjadi frustrasi karena tanamannya gagal tumbuh dan kebun tetap kering kerontang. Hobi berkebun tanaman hias ternyata bisa lho bila ditekuni dengan serius bisa mendatangkan penghasilan tambahan bagi pemiliknya dan menjaga keasrian lingkungan.

Persiapan Mulai Berkebun Tanaman Hias

Sebelum mulai berbisnis yang diawali dari hobi berkebun, perlu persiapan supaya tidak rugi-rugi amat bila ternyata hobi baru tersebut tidak berhasil.

1-Tempat

Pertama kita mau tanam-menanam di mana? Apakah di sudut halaman, di tepi pagar depan, di halaman belakang rumah. Bagi yang tinggal di kamar kos atau apartemen, bukan tidak mungkin mulai hobi tanam-menanam tersebut.
Kalau halaman kecil, bisa ditanam di pot-pot dengan media tanam berupa tanah atau campuran media tanam yang banyak dijual di toko online.

2-Pelajari Jenis Tanaman

Kemudian pelajari jenis tanaman yang akan ditanam. Ada tanaman hias, tanaman buah dalam pot (tabulampot), tanaman hias berupa bunga, tanaman herbal, dan lain-lain.
Jenis-jenis tanaman tersebut ada yang perlu matahari langsung, ada pula yang cukup dari terang langit. Ada yang untuk menumbuhkan berupa bibit dari biji, ada pula yang mudah saja dari stek batang tanaman.
Selain itu perhatikan juga daerah tempat tinggal. Ada jenis-jenis tanaman yang mudah tumbuh di dataran rendah atau berhawa panas, misalnya kota-kota pantai. Ada juga tanaman yang mudah tumbuh di daerah berhawa dingin. Itu sebabnya ada tanaman yang tumbuhnya kerdil ketika ditanam di Semarang, tetapi subur dan berbunga ketika ditanam di Bandung.

3-Pelajari Cara Perawatan

Berkebun perlu tangan dingin, itu sebabnya ada istilah green thumb. Orang-orang yang punya bakat green thumb, apa saja ditanam pasti tumbuhnya. Tapi jangan patah hati dulu, ya kan belum tahu kalau belum dicoba. Siapa tahu kalian punya bakat berkebun, kan.
Nah, karena baru mulai hobi berkebun, jadi cari jenis-jenis tanaman yang mudah perawatannya. Boleh juga dicoba tanaman yang tidak perlu disiram tiap hari. Siapa tahu lupa, karena belum biasa.
Saya tidak menyarankan mulai hobi berkebun tanaman hidroponik. Perlu modal lumayan untuk memulai hobi berkebun jenis ini. Kita harus menyiapkan pipa untuk tanaman, media tanam, sistem pemompaan, bibit tanaman, dan perlu ketelatenan prima.

Jenis-jenis Tanaman Hias yang Mudah Perawatannya

Bagi teman-teman yang baru mau mulai menanam, cobalah mulai dari tanaman yang mudah perawatannya. Berikut adalah beberapa jenis tanaman tersebut:

1-Sukulen

Kaktus merupakan salah satu jenis sukulen yang lebih kita kenal sebagai tanaman daerah gurun yang berduri-duri. Sukulen merupakan tanaman dengan organ menebal dan berdaging sebagai media menyimpan air. Bagi yang baru mencoba menanam tanaman hias, sukulen merupakan jenis yang cocok. Kita tidak perlu menyiram tiap hari, bahkan tanaman bisa busuk dan mati bila terlalu lembap dan banyak air. Cukup tiga hari sekali bila cuaca kering, dan seminggu sekali di musim hujan.
Jenis-jenis sukulen sangat banyak dan berwarna-warni. Beberapa sukulen malah bisa dengan mudah digabungkan sehingga bentuk tanaman menjadi unik. Bagi yang sudah berhasil mengembangkan sukulen, bisa menjadi hobi yang mengasyikan.

2-Monstera

Masih ingat tanaman hias hits diberi nama “Janda Bolong”? Tanaman tersebut termasuk jenis Monstera, yang ciri khasnya daunnya lubang-lubang dan terkesan sobek-sobek. Banyak yang mengira tanaman ini terkena penyakit sehingga daunnya sobek.
Tanaman ini pun banyak jenisnya, dengan harga bervariasi. Jenis-jenis monstera adalah monstera delicioasa, monstera borsigniana, monstera obliqua (janda bolong), monstera adansonii, dan lain-lain. Karena tanaman ini unik, maka semakin banyak bolongnya bahkan semakin mahal harganya.
Tanaman ini perawatannya mudah, bisa ditanam di pot dan tempatkan di tempat teduh. Oleh sebab itu tanaman ini bisa juga diletakkan di dalam rumah sebagai elemen interior.

3-Aglonema

Nama lain dari aglonema adalah Sri Rejeki. Tanaman hias ini mudah tumbuh di tempat teduh, sehingga cocok diletakkan di dalam ruangan. Jenis Sri Rejeki disukai karena bentuknya menarik dengan daun hijau muda kemudian gradasi hijau gelap ke tepi daun. Ada pula yang berwarna hijau tetapi gradasi merah di tepi daun.
Tanaman ini bermanfaat menyaring berbagai polusi dan diberi nama Sri Rejeki karena dipercaya membawa keberuntungan.

4-Lidah Mertua

Nama latin tanaman ini adalah Sansevieria atau Snake Plant. Di Indonesia diberi nama Lidah Mertua, mungkin karena bentuknya yang tajam, pipih, mirip pedang. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung, itu sebabnya lebih cocok sebagai tanaman outdoor dan sering ditanam di pagar. Bila ingin meletakkan dalam ruangan, maka harus rutin dikeluarkan untuk mendapatkan cukup sinar matahari.
Tanaman ini bersama-sama dengan Aglonema juga dipercaya menyaring polutan.

5-Kamboja Jepang

Kamboja Jepang atau Adenium berbeda dengan pohon kamboja yang kita kenal berbentuk pohon dengan bunga pink atau kuning. Kamboja Jepang ditanam di pot dan bentuknya unik agak kerdil dengan batang bagian bawah berbentuk bonggol. Bunganya pink cantik gradasi putih di bagian tengahnya. Perawatannya mudah, karena tidak perlu terlalu sering disiram.

Langkah Mulai Bisnis Tanaman Hias

Bagi pehobi tanaman hias bisa memulai berbisnis tanamannya setelah koleksinya cukup banyak. Dengan demikian koleksi tanaman hias tersebut bila ditata dan dipajang dengan baik akan menarik perhatian calon pembeli.

Berikut langkah-langkah mulai berbisnis tananam hias:

1-Promosi

Di zaman serba digital ini, bibit tanaman hias yang mulai mengembang dapat mulai kalian promosikan melalui berbagai media sosial. Misalnya melalui Instagram, Fanpage, dan lain-lain.

2-Membuat Website Jualan

Kalian bisa juga membangun website khusus jualan atau membuat akun di marketplace dan membuka toko di marketplace yang kalian pilih.

3-Cara Pembayaran

Bila kara berjualan bisa secara offline kalian bisa transaksi secara langsung. Sedangkan bila kalian menjualnya secara online tentunya harus menyiapkan cara pembayaran secara digital. Pilihannya bisa melalui ATM, e-wallet, kartu kredit, dan lain-lain.

4-Cara Pengiriman

Sejak awal mulai hobi berkebun yang rencananya akan dikembangkan menjadi bisnis tanaman hias, maka sejak awal harus memikirkan ekspedisinya. Pilih tanaman hias yang ekspedisinya tidak sulit atau tergantung pula usia tanaman yang dikirim.
Tanaman yang masih berupa bibit dan masih berukuran kecil lebih mudah mengirimnya asal dipilih tanaman yang cukup bandel serta tahan di dalam dus.
Jelaskan waktu pengiriman ke daerah masing-masing supaya konsumen tidak kecewa karena tanamannya layu.

Kesimpulan

Bisnis berkebun tanaman hias agak berbeda dengan bisnis lainnya, karena begitu kita mulai menanam tanaman, semalas apapun tetap tanaman tersebut harus diperhatikan kecukupan air dan nutrisinya.
Sesekali harus disiangi dan dibuang daun-daun yang rontok. Daun-daunnya pun bagus bila dibersihkan dan dilap, terutama untuk tanaman berdaun lebar dan diletakkan dalam ruangan. Bila tanaman tersebut sudah tumbuh maksimal dan pot sudah tak cukup, tentunya harus dipindahkan ke pot yang lebih besar atau ke tanah. Sedangkan tanaman yang kurus dan kerdil harus dicek ulang mungkin ada kesalahan dalam cara perawatannya.
Bagi pehobi gardening atau tanam-menanam ini ada perasaan puas bila tanaman tumbuh subur dan sebagai bentuk rasa syukur akan kebesaran ciptaan Tuhan.

Tinggalkan komentar